Tradisi Mangokkal Holi di Masyarakat Batak

Tujuan Utama :

Sebagai ajang perwujudan untuk menghormati para leluhur. Lewat mangokal holi juga, yang melakukannya berharap mendapat limpahan berkat, berupa banyak keturunan, panjang umur, kehormatan dan kekayaan.

Poin yang jadi perhatian:

  • Saat disembelih, darah kerbau sengaja ditumpah ke atas tanah. Agar para pemilik tanah di huta, mendapat rejeki atau berkat, dari acara mangokkal holi yang akan diselenggarakan. Karena dari tanahlah, semua tumbuh.

Kerangka tulang belulang yang sudah puluhan tahun tertanam di dalam tanah ini setelah digali dicuci dengan air jeruk, dan dilumuri kunyit, agar tampak bersih, dan segar. Setelah itu baru dimasukkan ke dalam peti yang sudah disediakan.

Acara sukacita

Kesukacitaan usai meresmikan tugu, diwujudkan pula dengan menjamu seluruh keluarga besar dan tetangga kampung. Yang dihidangkan, daging kerbau dan nasi. Jambar, berupa kepala dan buntut kerbau, diberikan kepada hula-hula atau keluarga pihak istri, sebagai simbol penghargaan buat yang paling tinggi. Sebaliknya pihak hula-hula memberikan ulos sebagai simbol penghargaan kepada leluhur.

Penghargaan buat para leluhur dari pihak hula-hula, dibalas pihak yang melaksanakan dengan memberikan tandok. Ucapan terimakasih, berupa sejumlah uang, yang diletakkan dalam tempat beras atau piring berisi beras dan daun sirih.

Bunyi musik gondang mengiringi dalam banyak kesempatan pada acara ini. Dalam alunan musik khas ini, semua berharap, acara penguburan di tugu  mendapat restu dari Debata atau Tuhan dan Leluhur.

Pagi hari, tiang borotan ditanam di depan rumah leluhur. Tiang borotan ini semacam tiang pancang bagi hewan yang akan dikurbankan. Kerbau ini adalah kerbau khusus ada persyaratan khusus dan pisorannya harus empat. Di pucuk tiang, dipasang kain putih sebagai lambang kesucian. Sebelumnya telah ada acara mengutus sejumlah orang atau boru untuk mencari kayu khusus untuk tiang borotan ini dihutan.

Kerbau ditambat ke tiang borotan, ( kayunya jenis kayu sarimanaik), yang melambangkan seluruh rejeki dari tanah akan naik, sehingga memberikan kemakmuran buat huta mereka. Sebelum kerbau dipersembahkan untuk pesta, ada ritual mangkarihiri horbo, atau memasang sungil-sungil di hidung kerbau, agar kerbau mudah ditarik, dan tidak mengamuk. Ini dilakukan oleh orang dengan kemampuan khusus dan ini mempunyai makna khusus.

 

Selain kain putih, juga ada ulos pengiring. Maksudnya berkah akan terus mengiringi setiap keturunan. Sementara daun silinjuang yang dipasang, bermakna, setiap generasi yang melaksanakan acara akan menang melawan musuh, dan mengalah terhadap kawan.

Seekor kuda berwarna hitam menjadi simbol persembahan buat Yang Kuasa.

Ada kesempatan keluarga yang hadir menari marnotor, mengelilingi tiang borotan, sebagai ungkapan sukacita dan acara untuk membawa tulang belulang ke tempat yang baru segera dimulai.

Sering terjadi ketika tulang belulang para leluhur ditempatkan di tugu, langit menurunkan tetesan airnya mengiringi prosesi tersebut. Menurut kepercayaan, jika hujan turun ketika mangohal holi, berarti berkah akan turun melimpah bagi kehidupan penyelenggara.

Setelah memasukkan tulang belulang leluhur ke tempat persemayaman yang baru, kembali berlanjut. Kerbau berikutnya dipotong dan disajikan kepada para tamu undangan.

Disini dibagikan jambar, bagian kepala, dan buntut untuk hula-hula. Satu paha  untuk tuan rumah, sedangkan bagian perut dan daging di bagian leher untuk pihak boru. Bagian yang tidak bertulang lainnya untuk disantap bersama

Pesta mangokal holi masih bisa berlanjut, terkadang bisa  hingga sepekan dengan mempersembahkan kerbau muda dan kerbau pilihan kepada keluarga dan undangan yang datang.

Bagi pelaksana , mengangkat martabat sebuah marga, adalah dengan menghormati orangtua dan para leluhurnya. Lewat rangkaian ritual mangokkal  holi, niscaya tercapailah hasangapon atau kemuliaan sebuah marga. Kebanggaan yang timbul  karena rasa hormat dan diharapkan dengan acara ini huta akan mendapat berkat, yang dapat mendapat berkat, pelaksana mendapat berkat dan hasangapon.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s